MAN 2 CIREBON

Jalan Merdeka No. 1 Desa Babakan Ciwaringin Cirebon

MANTAP KEREN UNGGUL (MANKU)

Kisahku mengikuti PIRN XVI di Aceh

Selasa, 12 September 2017 ~ Oleh humas9 ~ Dilihat 1104 Kali

Ketika liburan kenaikan kelas kemarin saya bersama dua orang senior saya, Arrijal dan Maulana serta guru pembimbing kami, Ibu Hilyatul Auliya mewakili eskul KIR untuk mengikuti kegiatan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN). PIRN ini diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Modal Bangsa (MOSA) dari mulai tanggal 9-16 Juli 2017.

Kami berangkat menuju Bandara Halim Perdana Kusuma pada tanggal 8 Juli dan sampai di Bandara Sultan Iskandar Muda pada tanggal 9 Juli bertepatan dengan waktu registrasi. Setelah melakukan regitrasi, kami menuju barak masing-masing untuk beristirahat. Saya selama seminggu tinggal di Barak Mawar, bersama dua orang teman baru saya.

Malam harinya, seluruh peserta kegiatan PIRN melakukan Ice Breaking. Pada saat itu kami diperkenalkan dengan para panitia pelaksana PIRN dan kami diajarkan cara melakukan Tepuk LIPI Pasti dan Tepuk PIRN.

Esok harinya merupakan hari Pembukaan dan hari pertama saya melakukan kegiatan pembelajaran di kelas IPA-Tek 5. Acara pembukaan diisi dengan tari-tarian tradisional Aceh dan beberapa sambutan dari LIPI dan Pemprov Aceh.

Setelah acara pembukaan selesai, saya beserta teman teman IPA-Tek melakukan pembelajaran untuk pertamakalinya dibimbing oleh Ibu Nurul Dhewani Mirah Sjafrie M.Sc. dan Kak Gustaf Wijaya. Disana kami diajarkan mengenai segala sesuatu yang behubungan dengan kelautan dan kami juga diajarkan bagaimana cara menulis KTI dengan baik dan benar. Dan pada saat itu saya merasa, masih banyak hal yang belum saya ketahui mengenai penulisan KTI meskipun saya sudah beberapa kali membuat KTI di MAN 2 Cirebon. Oleh karena itu, saya pikir akan lebih baik jika pembelajaran di sekolah memperbanyak melakukan eksperimen dan menulis KTI.

Pada pembelajaran sore hari, Kelas kami dibagi menjadi 6 kelompok, setiap kelompok terdiri dari kurang lebih 8 orang. Dan saya kebagian kelompok 3. Setelah dibagi kelompok, kami dipersilahkan berdiskusi untuk memilih penelitian apa yang akan kami lakukan. Dan kelompok kami memilih utuk menganalisis keefektifan alat tangkap ikan.

Malam harinya, kelompok kami berdiskusi, menyiapakan beberapa pertanyaan untuk wawancara dan kami memutuskan untuk menggunakan data kualitatif dan juga kuantitatif sebagai perbandingan keeektifan alat tangkap.

Pada hari Selasa, 11 Juli 2017, kami berangkat menuju tempat penelitian di Desa Lhok Seudu, Kecamatan Leupung, Aceh Besar. Setelah turun dari bus, kami segera mencari beberapa nelayan untuk dijadikan sampel dari penelitian kami. Adapun sampel penelitian kami yaitu enam orang nelayan dari jumlah penduduk Desa Lhok Seudu. Metodologi pengumpulan data yang kami lakukan adalah wawancara, studi pustaka yang kami dapatkan dari beberapa website, serta observasi yaitu pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan.

 

Setelah melakukan observasi, kami pun membagi tugas dan mulai menulis KTI. Data yang telah kami peroleh kemudian ditabulasikan di dalam Ms. Excel. Di dalam penelitian ini, data diolah ke dalam bentuk grafik dan tabel. Kemudian dideskripsikan dalam bentuk narasi. Dari data yang kami peroleh, kami membagi data tersebut menjadi data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif yang kami dapatkan diantaranya cara pengoperasian masing-masing alat tangkap, musim melaut, waktu lama dilaut, jenis ikan yang diperoleh, serta kelebihan dan kekurangan dari masing masing alat tangkap. Sedangkan data kuantitatif yang kami peroleh diantaranya biaya operasional per hari, rata-rata penjualan ikan per hari, dan rata-rata keuntungan perhari yang kami peroleh dengan cara rata-rata biaya operasional per hari dibagi rata-rata penjualan ikan per hari.

Dari data yang telah kami analisis sedemikian rupa, kami memperoleh kesimpulan bahwa alat tangkap yang paling efektif  bagi para nelayan adalah jaring setelah itu pancing, pukat, dan jala. 2.Alasan para nelayan Desa Lhok Seudu memilih jaring sebagai alat tangkap yang paling efektif karena jaring lebih menguntungkan, mudah digunakan, menggunakan waktu yang sedikit, dan tidak menguras tenaga.

Kesesokan harinya, kami pun melakukan presentasi dari hasil penelitian yang telah kami lakukan. Kelompok kami mengajukan diri sebagai kelompok yang pertamakali melakukan presentasi. Setelah 4 hari melakukan kegiatan penelitian dan penulisan KTI dari pagi hari hingga malam hari, kami pun merasa lega telah melakukan presentasi sebagai hasil akhir dari kegiatan PIRN ini.

Kemudian pada hari Sabtu, 15 Juli 2017, kami melakukan field trip untuk refreshing setelah melakukan penelitian. Tempat pertama yang kami kunjungi yaitu Museum Tsunami yang merupakan karya dari Ir. Ridwan Kamil, Walikota Bandung. Di Museum ini terdapat Lorong Tsunami yang merupakan simulasi dari tsunami itu sendiri. Museum ini juga dapat dijadikan sebagai tempat evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi tsunami. Selanjutnya tempat yang kami kunjungi yaitu Pantai Lampuuk. Pantai ini merupakan pantai pasir putih dengan pemandangan yang indah. Ditempat ini kami banyak berfoto bersama.

Selanjutnya kami menuju Kapal PLTD Apung yang merupakan kapal dengan berat ribuan ton yang terseret ke daratan sejauh 5 km ketikan tsunami tahun 2004 lalu. Kapal ini tidak dapat di pindahkan Karen beratnya yang luar biasa sehingga kapal ini dijadikan museum bersejarah sebagai bukti terjadinya tsunami di Aceh.

Selanjutnya tempat terakhir yang kami tuju yaitu Masjid Baiturrahman. Masjid ini juga merupakan bangunan bekas tsunami di Aceh. Masjid ini merupakan salah satu dari 3 masjid yang tidak runtuh ketika tsunami terjadi. Ketika memasuki masjid ini, kami diwajibkan untuk memakai jilbab dan rok. Di masjid ini kami hanya di beri waktu 25 menit untuk berfoto dan menikmati indahnya pemandangan di masjid ini. Karena tidak memerhatikan waktu yang berlalu, saya dan teman saya Zahira tertinggal oleh bus yang kami naiki. Akhirnya kami un diantar oleh POLDA setempat kembali ke MOSA.

Dan pada malam hari merupakan acara terakhir dari kegiatan PIRN ini yaitu acara penutupan. Sebelum acara penutupan dimulai, saya beserta teman-teman IPA-Tek 5 pun berlatih yel yel yang dilombakan di acara penutupan. Dengan dipimpin ketua kelas kami, Feri kami berusaha keras agar bisa kompak di acara penutupan nanti. Acara penutupan ini diisi dengan penampilan peserta dari tiap-tiap provinsi dan tari tradisional Aceh. Sangat disayangkan, kelas kami mendapatkan giliran terakhir untuk menampilkan yel yel kami.

Akhirnya dengan rasa kantuk dan lelah kami pun tetap berusaha semangat saat di atas panggung. Namun tetap saja, berakhir dengan kekecewaan karena kami kalah. Meskipun begitu, kami berpikir bahwa kami sudah kompak dan sudah bisa menampilkan yang terbaik di atas panggung dengan percaya diri. Acara penutupan ini diakhiri dengan penampilan video kaleidoskop selama kegian PIRN ini di laksanakan. Saya bersama teman-teman IPA-Tek 5 menghabiskan malam terakhir kami di kantin. Kami makan bersama, tertawa bersama serta berbagi cerita dan keluh kesah kami selama kegiatan PIRN.

Keesokan harinya seluruh peserta pun mulai pulang ke daerahnya masing-masing. Sungguh berat hati kami meninggalkan SMA MOSA yang menyimpan banyak cerita yang berkesan dan tak terlupakan bagi kami. Meskipun begitu, kami berusaha untuk tetap berkomunikasi jarak jauh dan berbagi informasi di media sosial. Kegiatan PIRN ini telah memberikan banyak pelajaran bagi kami dan kami berjanji akan memanfaatkan ilmu yang telah diberikan LIPI sebaik mungkin. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih untuk LIPI, untuk PIRN, untuk Aceh, untuk KIR, MAN 2 Cirebon, Bapak H. Muhaimin, M. Ag, selaku kepala madrasah H. Agus Jamaluddin, M.M.Pd, selaku koordinatror Fullday dan juga guru pembimbing kami Hilyatul Auliya, M.S.I yang telah berjuang keras membantu kami dalam mengikuti kegiatan PIRN ini. SALAM GENERASI SAINS INDONESIA!!! (Nishfa Azizah, Peserta PIRN XVI Aceh)

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Drs. H. MUHAEMIN, M.Ag

Assalamu'alaikum Wr.Wb Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT beserta Nabi Muhammad SAW beserta sahabat-sahabatnya yang telah memberikan karunia dan…

Selengkapnya