MAN 2 CIREBON

Jalan Merdeka No. 1 Desa Babakan Ciwaringin Cirebon

MANTAP KEREN UNGGUL (MANKU)

Tak pernah habis Air di Pancoran Daris Oleh: Adlina Nasyidatun Hasanah XII IBB 2

Kamis, 26 Oktober 2017 ~ Oleh humas9 ~ Dilihat 3302 Kali

 

Dalam perkembangan zaman yang kian pesat ini banyak masyarakat yang tak peduli akan apa yang ada disekitarnya dan bahkan tak menyadari bahwa terdapat situs keramat yang ada di tempat dimana ia dilahirkan dan dibesarkan. Tentunya hal ini tak dapat dibiarkan begitu saja, karena jika masyarakat disekitarnya saja tidak peduli, siapa lagi yang akan melestarikannya. Generasi yang akan mendatang pun pasti akan acuh tak acuh akan hal tersebut.

Memang tidak dapat dipungkiri, bahwa kita tidak bisa menolak segala perkembangan dan perubahan yang ada. Tapi, itu bukanlah suatu alasan yang tepat bagi kita melupakan sejarah untuk merancang suatu masa depan.

Semakin banyak tempat wisata yang menjadi destinasi liburan masyarakat. Tentunya wisata-wisata menarik dan bergengsi, sehingga harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk berkunjung ke wisata tersebut. Meski banyak destinasi  menarik, namun disisi lain banyak situs budaya yang kian punah, karena jarang sekali pengunjung yang datang dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam pelestarian situs budaya.

Di Desa Balerante Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon terdapat situs budaya yang bernama Pancuran Daris. Balerante adalah sebuah Desa di wilayah Cirebon tepatnya di Jalan Raden Gilap Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon Propinsi Jawa Barat Indonesia.

Desa Balerante terletak di sebelah barat laut Ibu kota Kabupaten Cirebon . Luas wilayah Desa Balerante adalah 114,975 ha terdiri dari 6 Rukun Warga dan 12 Rukun Tetangga. Dilihat topografi dan kultur tanah, Desa Balerante Kecamatan Palimanan secara umum berupa pekarangan dan sawah, dataran yang berada pada ketinggian antara 24m s.d 40m diatas permukaan laut dengan suhu rata-rata 250  s.d 330 celcius.

Orbit dan waktu tempuh dari Ibukota kecamatan 2,5 Km dengan waktu tempuh 10 menit dan dari Ibukota kabupaten 15 km dengan waktu tempuh 60 menit. Desa Balerante berbatasan dengan Desa Cilukrak, Panongan, Cikeusal, Palimanan barat, Palimanan Timur dan Semplo dengan batas adminsitratif sebagai berikut, Sebelah barat berbatasan dengan Desa Cikeusal , sebelah timur berbatasan dengan Desa Semplo dan Panongan, sebelah utara berbatasan dengan Desa Palimanan Timur, Palimanan Barat dan Gempol , sebelah selatan berbatasan dengan Desa Cilukrak.

Sedangkan Situs Pancuran Daris adalah sebuah Situs Keramat. Pancuran memiliki arti air yang mengalir sedangkan daris sendiri memiliki arti deras (terus-menerus) oleh karena itu dinamakan pancuran daris, karena airnya mengalir deras, terus-menerus tak pernah habis.

Masyarakat sekitar tentunya sangat mensyukuri akan karunia yang telah Allah SWT berikan berupa sebuah mata air yang mengalir tiada henti, yang seakan tak pernah ada habisnya, di dalam rasa syukurnya masyarakat sekitar tak membiarkan air itu mengalir dan terbuang secara sia-sia.

Dalam menjaga kelestarian Situs Pancuran Daris masyarakat sekitar tentunya sangat berperan penting dalam hal ini, terlepas dari itu pemuda dan juga pemerintah pun sama penting nya dalam menjaga kelestarian Situs Pancuran Daris. Maka setiap hari nya masyarakat sekitar selalu datang meramaikan Situs Pancuran Daris untuk mencuci pakaian dan juga mandi, dan tentunya tetap menjaga kebersihan lingkungan Situs Pancuran Daris.

Pemuda yang ada disekitar Situs Pancuran Daris juga ikut melestarikannya, bahkan pemuda di luar daerah Situs Pancuran Daris pun ikut serta dalam pelestarian Situs Pancuran Daris. Dengan mengadakan acara “Pancuran Daris Shalawatan” pada tiap tahunnya.

Tentunya itu pun tak lepas dari peran pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan positif ini. Sehingga setiap tahun acara itu dapat berjalan dengan lancar, tentunya membuat Situs Pancuran Daris tetap diketahui keberadaannya oleh masyarakat, termasuk warga negara asing yang mana kala itu juga pernah mengisi acara tersebut.

Setiap malam Jum’at kliwon masyarakat sekitar mengadakan ritual do'a bersama, tahlil dan bimbingan rohani oleh ustadz setempat. Acara tersebut tidak hanya dihadiri masyarakat sekitar, namun masyarakat dari luar desa pun ikut serta dalam acara tersebut.

Selain itu  pada saat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha Situs Pancuran Daris ini dukunjungi banyak orang. Di sepanjang jalan menuju Situs Pancuran Daris juga dipenuhi oleh pedangang yang turut meramaikan juga, serta dalam rasa syukur akan datang nya Hari Kemenangan.

Masyarakat yang datang ke Situs Pancuran Daris untuk mengambil airnya, karena mereka percaya bahwa air di Situs Pancuran Daris  mempunyai banyak manfaat serta khasiat untuk menyembuhkan penyakit. Para pedagang juga datang ke Situs Pancuran Daris untuk mengambil air tersebut guna membuat dagangan nya laris. Terlepas dari itu semua tentu nya do’a terhadap Allah SWT senantiasa di panjatkan, karena pada hakikatnya semuanya kembali pada-Nya.

Salah satu faktor penghambat kelestarian Situs Pancuran Daris yakni telah tiadanya kuncen yang mengetahui sejarah bagaimana terbentuknya Situs Pancuran Daris. Hal ini mengakibatkan punahnya pengetahuan keturunan serta masyarakat sekitar akan sejarah Situs Pancuran Daris.

Faktor pendorong akan kelestarian Situs Pancuran Daris ditandai dengan kepedulian masyarakat sekitar untuk tetap berkunjung dan menjaga kebersihan lingkungan di Situs Pancuran Daris. Dengan menyediakan fasilitas seperti tempat sampah, kamar mandi, tempat ibadah, dan tempat parkir.

Selain menjaga kita juga membangun fasilitas yang diperkirakan mampu menampung seluruh pengunjung. Misalkan taman bermain atau rekreasi, gazebo dan lain sebagainya. Dikarenakan yang berkunjung bukan hanya orang dewasa, menurut saya, perlu juga membangun taman bermain anak. Sehingga, anak-anak juga dapat menikmati Pancuran Daris dari sisi yang lain.

Untuk itu kita perlu melestarikan apa-apa yang telah diwariskan leluhur kepada kita. Dengan terus menjaga dan melestarikan Situs Pancuran Daris. Jangan biarkan Situs Pancuran Daris ini hanya tinggal sebuah nama dan hanya dikunjungi hanya sekedar melihatnya saja. Kita harus tetap menjaga kelestariannya. Terutama oleh masyarakat sekitar, pemuda-pemudi, serta pemerintah. Dengan segala faktor penghambat dan pendorong yang ada semuanya harus tetap bekerja sama untuk melestarikannya sebagai perwujudan rasa cinta nya terhadap tanah kelahirannya.

                                                                                                                                

Pancoran Daris

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Drs. H. MUHAEMIN, M.Ag

Assalamu'alaikum Wr.Wb Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT beserta Nabi Muhammad SAW beserta sahabat-sahabatnya yang telah memberikan karunia dan…

Selengkapnya