MAN 2 CIREBON

Jalan Merdeka No. 1 Desa Babakan Ciwaringin Cirebon

MANTAP KEREN UNGGUL (MANKU)

Hidupnya Desa Lurah Oleh: Masfufah XII IBB 2

Sabtu, 28 Oktober 2017 ~ Oleh humas9 ~ Dilihat 132 Kali

Sejarah daerah merupakan suatu bentuk cerita rakyat yang memiliki kisah terbentuknya daerah tersebut seperti asal-usul daerah ataupun awal mula berdirinya daerah tersebut. Setiap daerah memiliki berbagai bentuk sejarah yang berbeda-beda dikarenakan Indonesia memiliki berbagai ragam ataupun karakter tersendiri.

Begitu pula dengan Desa Lurah yang memiliki karakter tersendiri yang pastinya berbeda dengan desa yang lain, Desa Lurah termasuk dalam desa yang memiliki wilayah yang luas sehingga desa tersebut memiliki julukan Desa Semi Perkotaan.

Desa Lurah merupakan desa yang terletak di Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon. Sebelum berdirinya Desa Lurah, dulunya desa tersebut masih berupa perkampungan yang disebut dengan Padukuhan/Pademangan.

Kata Lurah berasal dari kata LU = Luhur dan RAH = Daerah yang memiliki arti Satu Keturunan atau disebut dengan istilah lain yaitu Keturunan Yang Luhur.

Mengikuti perkembangan zaman dibawah pemerintahan kolonial Belanda, Padukuhan/Pademangan ini dijadikan pusat pemerintahan tingkat desa, sehingga Padukuhan/Pademangan tersebut diberi nama Desa Lurah dan pusat pemerintahan Desa Lurah disebut Lurah Gede yang memiiki arti Ibu Kota Desa.

situs makam Ki Gede Lurah

Desa Lurah memiliki situs bersejarah, situs diartikan tempat peninggalan bersejarah yang mana dijaga oleh masyarakat. Situs di Desa Lurah ada 3 yaitu, Situs Makam Buyut Ki Gede Lurah, Makam Buyut Mangkuraga, dan Sumur Dlereng.

Situs Makam Buyut Ki Gede Lurah bertempat di Blok Lebak RT 09, situs tersebut banyak dikunjungi oleh masyarakat karena Ki Gede Lurah merupakan orang terpenting/berjasa dalam sejarah Desa Lurah.

Situs Makam Buyut Mangkuraga yang bertempat di RT 16, setiap tahun di Blok Mangkuraga diadakan Nadran Buyut Mangkuraga, Nadran adalah suatu acara untuk menghormati Buyut Mangkuraga seperti tahlilan dan biasanya acara tersebut ada arak-arakannya untuk memeriahkan acara dan sebagai hiburan.

Situs Sumur Dlereng yang bertempat di RT 10, setiap malam Selasa warga setempat selalu mengadakan acara tahlilan, warga setempat juga kadang mengambil air di Sumur tersebut yang menurut warga setempat airnya memiliki banyak manfaat.

Sebagian warga Desa Lurah tidak mengetahui situs-situs yang ada di Desa Lurah dikarenakan kurangnya kepedulian dan pengetahuan tentang situs-situs yang ada di Desa Lurah.

Desa Lurah juga memiliki tradisi tersendiri, tradisi merupakan suatu acara atau suatu kebiasaan yang sudah dilakukan sejak zaman dahulu oleh para leluhur  dan akan diteruskan atau diwariskan kepada generasi muda. Tradisi yang melekat di Desa Lurah diantaranya ada tradisi Sedekah Bumi, dan tradisi Tujuh Bulanan.

Situs Sumur Dlereng

Tradisi Sedekah Bumi merupakan suatu tradisi untuk melambangkan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas diberinya rezeki melalui bumi, biasanya tradisi ini dilaksanakan setiap tahun, bentuk pelaksanaannya berupa para warga membuat nasi tumpeng dan kemudian dikumpulkan lalu diadakannya acara tahlilan, kemudian setelah acara tahilan selesai nasi tumpeng itu dibagikan kesetiap warga, para warga biasanya melakukan tradisi ini disekitar makam.

Tujuh Bulanan merupakan suatu tradisi yang apabila seoarang ibu yang sedang hamil tujuh bulan akan diadakan Tradisi Tujuh Bulanan yang bertujuan untuk bayi yang akan dilahirkannya sehat, dan selamat sampai melahirkan tanpa ada halangan. Acara tersebut dilakukan dengan cara membawa surat Luqman atau surat Yusuf, terkadang juga ada ibu yang sedang mengandung itu dimandikan dengan air kembang tujuh rupa.

Seiringnya berjalannya waktu tradisi di Desa Lurah hampir punah karena adanya faktor globalisasi. Tradisi Sedekah Bumi termasuk kedalam tradisi yang masih sering dilaksanakan oleh masyarakat Lurah karena para penduduk masih sering melakukan tradisi tersebut, berbeda dengan Tradisi Tujuh Bulanan, hanya segelintir orang saja yang masih melaksanakan tradisi tersebut, sehingga tradisi ini hampir punah di Desa Lurah.

Kita sebagai penduduk lokal seharusnya melestarikan situs maupun tradisi yang ada di Desa Lurah. Dengan cara menceritakannya kepada generasi muda agar nilai situs dan tradisi masih bisa dinikmati untuk kedepannya. Sehingga pengetahuan tentang situs maupun tradisi yang ada tetap terjaga. dan kearifan local dapat membentuk karakter yang lebih baik bagi warga masyarakat sekitarnya.

 

Desa Lurah Kec. Plumbon Kab. Cirebon

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Drs. H. MUHAEMIN, M.Ag

Assalamu'alaikum Wr.Wb Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT beserta Nabi Muhammad SAW beserta sahabat-sahabatnya yang telah memberikan karunia dan…

Selengkapnya