MAN 2 CIREBON

Jalan Merdeka No. 1 Desa Babakan Ciwaringin Cirebon

MANTAP KEREN UNGGUL (MANKU)

Daar Al-Zahra untuk Belia Oleh: Fitri Aryanti (XII IBB 1)

Senin, 06 Nopember 2017 ~ Oleh humas9 ~ Dilihat 94 Kali

Pesantren merupakan lembaga pendidikan islam tradisional yang mempelajari ilmu agama dengan menekankan adab moral santri agar dapat mengamalkannya dengan bimbingan kyai dan menjadikan kitab kuning sebagai sumber pokok dan masjid sebagai pusat kegiatan. Di Babakan Ciwaringin pesantren menjamur sangat pesat seiring berkembangnya zaman, disini tercatat ± 57 pondok pesantren di Babakan Ciwaringin pada tahun 2012, salah satunya adalah Pondok Pesantren Daar Al-Zahra.

Pondok Pesantren Daar Al-zahra ini didirikan pada tanggal 23 Mei 2012 oleh KH. Syarif Abu Bakar Hud bin Yahya dan juga istrinya Nyai Hj. Fitriah Yahya. Sejarah berdirinya ditandai dengan pembangunan 1 kamar tidur, 4 kamar mandi yang ditempati 20 anak, berkembang menjadi 7 kamar yang ditempati 20-30 anak. Data santri Daar Al-Zahra awal tahun 2012 berkisar 23 orang dan berkembang menjadi 210 pada tahun 2017.

Hal yang menarik dari Pondok Pesantren Daar Al-zahra ini selain mendalami ilmu agama juga memiliki program ekstrakulikuler, seperti murotal, hadroh dan marawis, kreativitas santri, jurnalistik, teater zahrana, kaligrafi, qiroah, sholawat, silat dan khitobah, sehingga dapat mengembangkan bakatnya.

Visi, misi dan tujuan Pondok Pesantren Daar Al-Zahra adalah menjadikan Pondok Pesantren Daar Al-Zahra sebagai lembaga pendidikan berakhlakul karimah dengan menerapkan ihyaussunnah, membantu santri untuk berakhlakul karimah yang berorientasi pada ihyaussunnah, dan tafaqquh fiddin (mendalami ilmu agama)

Pembinaan Akhlak di Pondok Pesantren Daar Al-zahra yaitu melalui  Metode yang ditetapkan seperti Metode halaqoh hadromiyah yaitu metode yang diadopsi dari pembelajaran di Yaman, Metode qiroati yaitu metode cara cepat baca Al-Quran, Metode amstilati yaitu metode membaca kitab gundul atau kitab kuning secara cepat.

Cara mengimplementasi  atau menerapkan akhlak santri yang dilakukan Pengasuh dalam Kegiatan  Sehari-hari meliputi: Pembiasaan puasa sunnah senin-kamis, shalat sunnah rawatib, shalat sunnah tahajjud, dhuha, shalat mutlak, Melalui pembelajaran kitab, Melalui program komunikasi, Melalui sikap atau perilaku keseharian, dan Cara berpakaian.

Program Pembelajaran yang diterapkan di Pondok Pesantren Daar Al-zahra antara lain adalah belajar Kitab kuning melalui halaqoh hadromiyah, Metode Qiroati, Metode Amstilati, Model pendidikan karakter, Program komunikasi Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, Pengembanagan potensi atau keterampilan kecakapan hidup dan Pembinan kader-kader guru.

Kegiatan sehari-hari santri Daar Al-zahra antara lain sebagai berikut; bangun dini hari, shalat tahajjud, shalat hajat, dan witir berjamaah, shalat shubuh berjamaah, mengaji Al-Quran metode qiroati, shalat dhuha berjamaah, sekolah formal, sholat dzuhur berjamaah, shalat ashar berjamaah, mengaji (halaqoh) kitab kuning sesuai dengan tingkatannya, shlat maghrib berjamaah, mengaji (halaqoh) kitab kuning, shalat isya berjamaah, muhafadzoh (hafalan) mengaji dengan metode amstilati atau belajar bersama (formal) dilanjut dengan persiapan untuk tidur.

Untuk perminggunya, santri Daar Al-zahra secara rutin melakukan kegiatan pondok diantaranya; marhabanan, tadarus al-quran bersama, senam santri, roan akbar,  membaca surat Al-kahfi beserta do’a hari jum’atnya dan ekstrakulikuler sesuai minat yang telah dipilih masing-masing.

Adapun kegiatan santri perbulan maupun pertahun diantaranya, muhadloroh akbar, milad pondok, peringatan hari besar islam (muharam) dan khotmil quran metode qiroati.

Adapun aturan atau tata tertib yang harus dipatuhi oleh setiap santri Daar Al-zahra antaranya, tidak telat saat pulang sekolah, tidak boleh membawa handphone, tidak telat shalat jamaah, tidak membawa makanan dari luar dan jika melanggar akan dikenakan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang telah dilakukan.

Untuk menunjang kegiatan di pondok, berikut adalah faktor pendukung yang mempengaruhi perkembangan akhlak santri, yakni pengasuh terjun langsung dalam membenahi akhlak di pondok, sistem manajemen yang baik, pengawasan yang menyeluruh, bekerja sama dengan pihak orang tua dan komunikasi yang baik antara pengasuh dan pengurus.

Selain faktor pendukung ada juga faktor yang menghambat jalannya kegiatan di pondok, yakni kesadaran santri masih kurang, pengaruh negatif di luar lingkungan pondok, dampak negatif telepon, warnet dan juga orang tua santri yang kurang mendukung program di pondok.

Oleh karena itu, untuk mengatasi hal-hal berikut pengasuh memperbaikinya dengan cara membuka forum komunikasi dengan orang tua, memperkuat pengawasan, meningkatkan pembinaan pendidikan karakter melalui konseling, penyuluhan, pelatihan, penerapan reward dan  punishman, serta melakukan pendekatan spiritual.

Maka dari itu, pembinaan akhlak sangatlah diperlukan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar perilaku yang kita punya tidak menyimpang dari norma-norma yang sudah ada, baik itu untuk saat ini maupun masa yang akan datang. Semoga kita mendapat berkah para alim ulama yang ada di Babakan. Amin.

 

Pp Babakan Ciwaringin Cirebon Pp Dar Elzahra Man 2 Cirebon

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Drs. H. MUHAEMIN, M.Ag

Assalamu'alaikum Wr.Wb Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT beserta Nabi Muhammad SAW beserta sahabat-sahabatnya yang telah memberikan karunia dan…

Selengkapnya