MAN 2 CIREBON

Jalan Merdeka No. 1 Desa Babakan Ciwaringin Cirebon

MANTAP KEREN UNGGUL (MANKU)

Pengalamanku mengikuti PIRN XVI

Rabu, 30 Agustus 2017 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 1024 Kali

Pada tanggal 9-16 juli, kami perwakilan dari eskul KIR mengikuti kegiatan PIRN (Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional) yang di adakan di SMAN MODAL BANGSA, Banda aceh. Eskul KIR mengirimkan 4 orang yang terdiri dari 1 guru yaitu bu Hilyatul Auliya, M.S. I dan 3 murid yaitu Maulana, Arrijal Wahid A, dan Nishfa Azizah.

Kami berangkat dari sekolah naik mobil ke bandara Halim di Jakarta. Dari bandara Halim, kami naik pesawat terbang ke aceh tapi sebelum ke aceh kami transit dulu di bandara kualanamu, Medan. Setelah sampai di bandara Iskandar muda Aceh, kami dan beberapa peserta lain melakukan registrasi dan yang nantinya akan jadi tempat PIRN berlangsung.

Pembukaan PIRN dilaksanakan pada tanggal 9 juli pagi hari sampai selesai, yang dihadiri oleh siswa siswi SMA, MA, SMK, dan tingkat sederajat, yang berasal dari 29 provinsi yang ada di Indonesia. Acara berlangsung meriah, dimulai dari pembacaan ayat al-qur’an dan shalawat (yang sudah menjadi tradisi masyarakat aceh jika ada acara apapun), sambutan gubernur, tarian Aceh dan sebagainya.

Malamnya kami dikumpulkan di aula untuk berkenalan dengan panitia dan beberapa teman serta di beritahu jargon PIRN. Keesokan harinya pelatihan KTI, dimulai dari jam 8 pagi sampai jam 10 malam itu sudah termasuk waktu istirahat 3 kali. Dari seluruh murid di bagi 8 kelas, satu kelas di bagi 6 klompok. saya kebagian kelas ipa-tek 3 klompok 1. Ipa-tek 3 di bimbing oleh Dr. Asep Nurhikmat dan wakilnya ka dian. Memahami bagaimana cara membuat KTI yang telah di ajarkan pembimbing menurut saya masih gampang-gampang susah, tapi saya percaya jika sudah terbiasa, insyaallah akan lebih mudah membuat KTI.

Setelah pembelajaran membuat KTI, kita melakukan penelitian. Kami sekelompok melakukan penelitian pemanfaatan limbah Ikan Tongkol. Dari hasil observasi yang kami lakukan, limbah terbesar berasal dari kepala ikan dan duri. Sehingga kami meneliti kepala ikan yang ternyata bisa diolah menjadi tepung ikan, setelah melalui beberapa proses seperti melunakan, mengeringkan dan membubukan kepala ikan.

Cara melunakan kepala ikan dengan dikukus dan tambahan daun pete. Kami sekelompok membuat suatu alat pengering kepala ikan yang dinamakan endulator agar proses pengeringan bisa lebih cepat, yang memanfaatkan energi matahari.

Alat dan bahan endulator terdiri dari besi, pipa kaca, alumunium, pompa, dan exhause. Setelah kering, dimasukkan ke grinder agar menjadi bubuk, bubuk ini yang dinamakan tepung ikan.
Kemudian melakukan penelitian, kami membuat KTI, dan mempresentasikan hasil KTI tersebut. Senang, susah, sabar, kerja sama, bercanda, lelah dalam pembuatan KTI yang telah kelompok kami lakukan Alhamdulillah membuahkan hasil menjadi kelompok terbaik di kelas IPA-tek 3.

Pengalaman yang luar biasa. Terima kasih tak terhingga untuk Civitas akademika MAN 2 Cirebon, kepada Bapak H. Muhaimin, M. Ag, selaku Kepala Madrasah , H. Badawi Muhhammad, M. Ag, selaku Komite Madrasah, bapak dan ibu guru, sera sahabat semua. Salam Generasi Sains Indonesia. (Maulana peserta PIRN XVI Aceh)

KOMENTAR

MAN 3 Cirebon Buntet Pesantren - Senin, 04 September 2017

Kunjungi web kami http://manbuntetpesantren.sch.id/

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Drs. H. MUHAEMIN, M.Ag

Assalamu'alaikum Wr.Wb Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT beserta Nabi Muhammad SAW beserta sahabat-sahabatnya yang telah memberikan karunia dan…

Selengkapnya